Menu Diduga Tidak Sesuai, DPP PERRA Nusantara Minta BGN dan Satgas MBG Pandeglang Periksa Kelayakan SPPG Cening 01 Cikedal

Menu Diduga Tidak Sesuai,  DPP PERRA Nusantara Minta BGN dan Satgas MBG Pandeglang Periksa Kelayakan SPPG Cening 01 Cikedal

Dimensipost.com, Pandeglang, Banten | DPP PERRA Nusantara Menyoal terkait Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di Daerah Desa Padahayu Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang menuai kritik dari sejumlah warga dan masyarakat penerima manfaat.

Pasalnya, menu makanan yang diberikan kepada siswa dinilai tidak memenuhi standar gizi seimbang sebagaimana pedoman yang ditetapkan pemerintah.

L. Irawan, Sekjen DPP PERRA Nusantara menyampaikan, Dalam satu porsi makanan yang dibagikan kepada peserta didik, oleh SPPG Cening 01 Desa Cening Kecamatan Cikedal pada 04 Agustus 2026 hanya terdapat nasi putih, Tempe, Telur Semur, Tempe Mendoan, Tumis Labu siam, dan satu buah Jeruk yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan gizi harian anak. Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan orang tua penerima manfaat program.

Sejumlah orang tua menilai penyedia jasa penyalur makanan, yakni SPPG Cening 01 yang dikelola Yayasan Swadaya Pangan Mandiri Nusantara, diduga bekerja secara asal-asalan tanpa memperhatikan unsur gizi dan kualitas bahan pangan. Bahkan, beras yang digunakan diduga bukan berasal dari jenis premium sebagaimana standar program.

Lanjut L. Irawan, mengkritik keras penyedia jasa tersebut. Meminta kepada BGN dan Satgas MBG Agar lakukan pemeriksaan

"Saya rasa menu MBG yang disalurkan oleh dapur SPPG Cening 01 kurang layak dan tidak pantas diberikan kepada penerima manfaat. Menu itu diduga juga tidak sesuai dengan petunjuk teknis standar gizi yang menggunakan satuan kilokalori (KKAL) dan gram," ujarnya, Rabu, 05 Agustus 2026.

Ia berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan memberikan teguran atau sanksi kepada pihak dapur penyedia agar tidak mengulangi kesalahan serupa.

"Banyak wali murid yang mengeluh karena menu MBG yang disalurkan hari rabu tidak sesuai dengan juknis. Pemerintah harus turun tangan agar program ini kembali pada tujuan utamanya, yakni meningkatkan gizi anak sekolah," tegasnya. 

"Jangan jadikan program ini sebagai ladang bisnis. Jika penyaluran MBG terus dilakukan tanpa memperhatikan standar gizi, maka yang menjadi korban adalah anak-anak generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas," imbuhnya. 

Menurutnya persoalan ini bisa terjadi akibat kelalaian mitra dapur atau kurangnya pemahaman terhadap petunjuk teknis penyaluran MBG. Ia pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh mitra penyedia makanan di wilayah Cikedal.

"Semoga temuan ini menjadi bahan evaluasi agar menu yang disalurkan benar-benar berkualitas dan sesuai prosedur pemerintah," pungkasnya.

Masih kata L. Irawan, bukan hanya masalah Menu yang diduga tidak sesuai, kami juga menilai Perijinan SPPG Cening 01 juga tidak sesuai, karena berdiri di pingin sungai yang rawan akan longsor.

"Kami meninta kepada Satgas MBG Pandeglang, Korwil SPPI Pandeglang dan Kareg BGN Banten agar melakukan audit terkait kelayakan dan Kesesuaian Bangunan dan perijinan SPPG Cening 01 yang diduga janggal, diantaranya PBG, SLF, Luas Tanah dan Bangunan juga sertifikat-sertifikat lainya seperti HACCP, ISO dan SLHS" paparnya.

Wakil Ketua Satgas MBG Pandeglang saat dikonfimasi oleh awak media terakit kelayakan menu pada SPPG Cening 01 menyampaikan. "Iya tar kita cek kesesyainya" balasnya.

Sementara hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Cening Kecamatan Cikedal belum bisa di hubungi terkait menu tersebut.(Red)