Warga Pandeglang, Khususnya Kecamatan Menes, Pertanyakan Hilangnya Patung Kuda dan Bola Dunia di Halaman Eks Kewadanan Menes
Dimensipost. Pandeglang _ Banten , Masyarakat Kabupaten Pandeglang, khususnya warga Kecamatan Menes, mempertanyakan lenyapnya dua monumen yang selama ini berada di halaman Gedung Cagar Budaya Eks Kewadanan Menes, yakni patung kuda dan patung bola dunia. Kedua patung yang dinilai memiliki nilai sejarah dan menjadi ikon kawasan tersebut kini sudah tidak terlihat lagi fisiknya.
Hilangnya dua monumen tersebut menjadi sorotan warga karena terjadi bertepatan dengan adanya aktivitas pasar malam yang saat ini digelar di area sekitar lokasi. Sejumlah masyarakat menduga patung-patung tersebut dibongkar untuk dijadikan lahan atau ruang kegiatan hiburan oleh para pelaku usaha yang terlibat dalam pasar malam tersebut.
Keberadaan Gedung Eks Kewadanan Menes sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Menes dan Kabupaten Pandeglang. Karena itu, hilangnya dua patung tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Salah seorang pemuda asli Menes yang juga Ketua BEM STKIP Babunnajah, Mulki, menyampaikan kekecewaannya atas hilangnya monumen tersebut. Menurutnya, meskipun kondisi patung sudah rusak atau kurang terawat, seharusnya benda bersejarah itu tetap dijaga dan dilestarikan, bukan justru dihilangkan.
“Kami sangat menyayangkan hilang atau dihilangkannya patung-patung bersejarah tersebut. Walaupun kondisinya rusak atau tidak terurus, minimal jangan sampai dihilangkan. Justru itu harus dilestarikan dan dipelihara,” ujarnya kepada awak media.
Mulki menambahkan bahwa keberadaan patung tersebut menjadi simbol sejarah panjang Kecamatan Menes. Menurutnya, Gedung Eks Kewadanan Menes memiliki nilai historis besar sebagai pengingat perjuangan masyarakat Menes di masa lampau.
“Agar kita tahu bahwa Kecamatan Menes melalui Gedung Eks Kewadanan itu punya sejarah yang luar biasa. Itu menjadi pengingat simbol perjuangan masyarakat Menes,” tambahnya.
Ia juga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan para sejarawan agar persoalan ini tidak dianggap sepele. Menurutnya, generasi muda harus diajarkan untuk menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu.
“Kami meminta hal ini menjadi perhatian pemerintah, para tokoh, dan sejarawan agar menjadi catatan bagi generasi sekarang untuk menghargai sejarah dan perjuangannya,” tegas Mulki.
Lebih lanjut, Mulki menyayangkan apabila benar hilangnya monumen tersebut berkaitan dengan kegiatan pasar malam. Menurutnya, jika kepentingan hiburan sampai mengorbankan situs atau simbol sejarah, maka hal itu merupakan tindakan yang tidak bijaksana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan pembongkaran maupun keberadaan patung kuda dan bola dunia tersebut. Warga berharap ada penjelasan terbuka serta langkah nyata untuk mengembalikan dan merawat kembali simbol sejarah yang pernah berdiri di kawasan Eks Kewadanan Menes itu. ( Ji / Red )

P.Nugraha 










