‎DLH Tunggu Progres Perbaikan, Kecamatan Telah Monitoring Lokasi Jembatan Pamatang ‎

‎DLH Tunggu Progres Perbaikan, Kecamatan Telah Monitoring Lokasi Jembatan Pamatang  ‎

PANDEGLANG — Persoalan aliran air yang sebelumnya diduga mengarah dari area Rumah Makan Jembatan Pamatang menuju saluran sungai di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, kini mulai mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah setempat.

‎

‎Sebelumnya, kondisi saluran air dan dugaan persoalan limbah di sekitar lokasi tersebut menjadi perhatian publik setelah muncul keluhan mengenai aliran air serta bau yang kurang sedap. Dalam pemberitaan sebelumnya, persoalan tersebut juga didorong agar mendapatkan pemeriksaan dari instansi berwenang untuk memastikan sumber aliran dan sistem pengelolaan air limbah di lokasi.

‎

‎Menindaklanjuti persoalan tersebut, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang melalui bidang pengaduan menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan dari hasil monitoring yang telah dilakukan pemerintah kecamatan.

‎

‎Menurut keterangan dari bidang pengaduan DLH, pihak kecamatan sebelumnya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

‎

‎“Kita tunggu hari Jumat katanya mau diperbaiki. Kemarin dari pihak kecamatan sudah turun ke lokasi dan memberikan informasi ke kita,” demikian keterangan dari bidang pengaduan DLH.

‎

‎Dalam informasi hasil monitoring yang disampaikan kepada DLH, pihak kecamatan melaporkan hasil pemantauan di lokasi saluran atau solokan sekitar Rumah Makan Jembatan Pamatang, termasuk informasi yang berkaitan dengan perizinannya.

‎

‎“Izin Bu Kasi, melaporkan hasil monitoring kami di lokasi solokan RM. JEMBATAN PAMATANG hari Rabu 23 September 2026 pukul 14.00 WIB, termasuk perizinannya,” demikian isi laporan yang diterima pihak DLH.

‎

‎Dengan adanya monitoring tersebut, DLH untuk sementara masih menunggu progres tindak lanjut di lapangan, khususnya terkait informasi bahwa akan dilakukan perbaikan pada saluran atau bagian yang menjadi perhatian.

‎

‎Pihak DLH juga menyampaikan bahwa perkembangan dari hasil informasi dan monitoring tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk melihat langkah selanjutnya yang diperlukan.

‎

‎Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik kini telah masuk dalam proses tindak lanjut pemerintah. Namun demikian, masyarakat tentunya masih menunggu kejelasan mengenai bentuk perbaikan yang dilakukan serta hasil akhirnya di lapangan.

‎

‎Sementara itu, pemberitaan sebelumnya juga menekankan pentingnya pemeriksaan secara objektif untuk memastikan apakah aliran tersebut benar berasal dari aktivitas usaha atau terdapat sumber lain. Dengan demikian, kesimpulan mengenai dugaan pencemaran tetap perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis dan pengawasan instansi berwenang.

‎

‎Publik berharap tindak lanjut tersebut tidak berhenti pada monitoring, tetapi dapat menghasilkan perbaikan nyata apabila memang ditemukan persoalan pada sistem saluran maupun pengelolaan air di lokasi.

‎

‎Dengan adanya komunikasi antara pihak kecamatan dan DLH, masyarakat kini tinggal menunggu perkembangan hasil perbaikan sebagaimana informasi yang telah disampaikan. Apabila perbaikan telah dilakukan, kondisi saluran juga diharapkan dapat kembali tertata sehingga aktivitas usaha, kenyamanan pengunjung, dan lingkungan sekitar dapat berjalan secara beriringan. (Red)