Diduga Tidak Sesuai SOP DPC Bppkb Pandeglang, Ajak 35 Dpac Awasi MBG setiap Kecamatan. Langkah Awal akan laporkan Dapur MBG wilayah Cisata Ke satgas MBG karena Diduga Tidak Sesuai SOP
Pandeglang,dimensipoost.com - Berdasarkan informasi hingga Maret 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk kesehatan dan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil. Namun program ini memang memiliki potensi risiko penyalahgunaan anggaran, yang sempat menjadi sorotan pihak berwenang karena selain menu yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan harga dalam penyalurannyapun mesti dipertanyakan karena Diduga kuat memangkas biaya Operasional. (Selasa.10)3/26).

Laporan Indikasi Kecurangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat mengendus adanya potensi kecurangan dalam pelaksanaan program, seperti pemotongan dana, di mana anggaran yang seharusnya Rp10.000 per porsi berkurang menjadi -+ Rp 8.000.yang berakibat mengurangi nilai sajian serta nilai Giji.
Tujuan Ekonomi Rakyat yangmana Selain gizi, program ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM, peternak, dan nelayan, bukan semata-mata ladang bisnis namun untuk kesejahteraan masyarakat khususnya pedagang kecil, tetapi yang terjadi dilapangan Dapur MBG tersebut diduga membeli bahan pokok langsung ke agen tanpa melibatkan pedagang kecil.

Menyikapi persoalan ini Wk Dpc Bppkb kabupaten Pandeglang A. Khotib, SE mengatakan adanya dugaan manipulasi anggraann dengan cara mengurangi nilai sajian serta nilai Giji dengan cara memberikan sajian MBG untuk 3 hari sekaligus, Khotib meyantakan selain sajian tidak sesuai anggaran 10.000/porsi diduga disini juga ada biaya Operasional 2 hari yang tidak digunakan sehingga muncul pertanyaan operasional untuk dua harinya digunakan untuk apa.
Disinggung soal dapur mana saja melakukan itu, Khotib menyatakan itu terjadi diwilayahnya sendiri yakni wilayah kecamatan Cisata khusunya di Desa Kubangkondang dan Desa Kondanganjaya.
Khotib juga menyampaikan pihaknya akan bersurat ke Satgas MBG kabupaten Pandeglang karena diduga kuat adanya praktek tidak sehat yang dapat merugikan Negara, adapun apa yang akan dilaporkan Khotib menyatakan pihaknya sudah melakukan Investigasi dan akan melaporkan dugaan kecurangannya dengan bukti yang dianggap akurat.
Ia juga menjelaskan dugaan adanya kecurangan yang mana porsi MBG untuk 3 hari dibikin 1 porsi yakni untuk hari Senin s/d Rabu dan hari Kamis s/d Sabtu jadi dalam 1 Minggu mereka hanya buat 2 porsi dengan nilai yang jauh dari jumlah Rp. 30.000,-."
Adapun biaya Operasional Rp. 3000 untuk satu hari berarti dalam 1 Minggu mereka hanya 2 kali mengeluarkan biaya operasional, dan yang menjadi pertanyaan kami dikemanakan biaya operasional yang 4 hari. Pungkasnya @red

Ahmad TB Kresna 










