‎Pengelolaan Combine Brigade di Pandeglang Jadi Sorotan, Publik Tunggu Bukti Kinerja Koperasi ‎

‎Pengelolaan Combine Brigade di Pandeglang Jadi Sorotan, Publik Tunggu Bukti Kinerja Koperasi  ‎

Dimensipost. ‎Pandeglang — Pengelolaan alat mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester yang tergabung dalam program brigade di Kabupaten Pandeglang kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah petani menilai terdapat kejanggalan dalam pengelolaan alat tersebut, khususnya yang dikelola oleh koperasi di wilayah setempat.

‎Mengacu pada informasi awal, bahwa sedikitnya empat unit mesin combine harvester yang merupakan bantuan pemerintah dikelola oleh pihak koperasi Berkah Tani Modern untuk melayani kebutuhan panen petani di beberapa wilayah Pandeglang. 

‎Program brigade alsintan sendiri pada dasarnya bertujuan untuk membantu petani meningkatkan efisiensi panen serta mempercepat proses produksi pertanian. Dalam praktiknya, alat tersebut dikelola oleh kelompok atau koperasi agar bisa dimanfaatkan secara luas oleh petani.

‎Namun di lapangan, sebagian petani mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan alat tersebut. Mereka menilai perlu adanya keterbukaan terkait operasional, manfaat bagi petani, serta capaian dari pengelolaan alat selama ini.

‎Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah target pengelolaan alat tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan petani, dari empat unit combine harvester yang dipinjamkan tersebut, pengurus dan pengelola diharapkan dalam jangka waktu satu tahun mampu menghasilkan atau membeli satu unit combine baru dari hasil pengelolaannya.

‎Artinya, keberadaan alat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelayanan panen, tetapi juga diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan produktif yang pada akhirnya dapat memperkuat kemandirian kelembagaan petani.

‎Sementara itu, diketahui bahwa pengoperasian empat unit combine harvester tersebut disebut-sebut sudah berjalan hampir satu tahun. Karena itu, publik dan kalangan petani mulai menunggu bukti nyata dari hasil pengelolaan alat tersebut.

‎“Kalau memang pengelolaannya sudah hampir setahun, tentu masyarakat ingin melihat hasilnya. Apakah benar dari pengelolaan empat combine itu bisa menghasilkan satu combine baru seperti yang pernah disampaikan,” ujar salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya.

‎Menurutnya, transparansi pengelolaan alsintan sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Terlebih alat tersebut berasal dari program pemerintah yang sejatinya diperuntukkan untuk kepentingan petani.

‎Karena itu, sejumlah pihak berharap pengurus maupun pengelola dapat membuka informasi secara jelas terkait pendapatan operasional, biaya perawatan, serta perkembangan dari pengelolaan alat tersebut.

‎“Kalau memang program ini berjalan baik tentu harus bisa dibuktikan. Kita lihat saja bersama-sama nanti hasilnya seperti apa,” kata dia.

‎Di sisi lain, pengawasan dari instansi terkait juga dinilai penting agar program bantuan alat pertanian benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi petani serta tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.