‎Kebocoran Pipa PDAM di Kubang kondang yang Tak Kunjung Usai. Kinerja Dirut PDAM Tirta Berkah Perlu Dievaluasi  ‎

‎Kebocoran Pipa PDAM di Kubang kondang yang Tak Kunjung Usai. Kinerja Dirut PDAM Tirta Berkah Perlu Dievaluasi   ‎

‎Pandegkang,dimensipost.com  – Warga di wilayah Kubang Kondang Kecamatan Cisata kembali mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang. Masalah klasik berupa kebocoran pipa distribusi diwilayah kubangkondang menandakan ketidak profesionalan petugas, gimana tidak kebocoran pipa dititik yang sama sering terjadi meski beberapa kali di perbaiki. (Selasa.17/3/26).

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kebocoran seringkali muncul di dibeberapa titik yang sama, seharusnya petugas PDAM ambil solusi lain karena pastinya tau penyebabnya kebocoran tersebut, namun hal ini seakan dibiarkan serta dijadikan proyek ongkos (PO).

‎Ahmad warga Kubang kondangan saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah sering langsung menginformasikan Maslah tersebut lansung ke Dirut PDAM Pandeglang, karena menurutnya melaporkan adanya kerusakan ke PDAM unit Menes slow respont dan lambat untuk perbaikan.

Kepala Unit PDAM Menes Kartoni saat dikonfirmasi dan dimintai tanggapan malah mengalihkan ketopik lain, beliau menanyakan titik mana saja yang mengalami kebocoran, saat dintaya tindakan apa yang akan dilakukan, dirinya tidak lagi menjawab konfirmasi media ini.

Menyikapi masalah ini Wakil ketua Dpc Bppkb kabupaten Pandeglang Ahmad khotib,SE mengatakan, Bupati Pandeglang selaku Pemilik / perwakilan Daerah harus bertanggung jawab mengevaluasi kinerja dirut PDAM tirta berkah, untuk mengukur sejauh mana kinerja Dirut dalam menyusun perencanaan, melakukan kordinasi, mengelola kekayaan serta membina kepala Unit dan pegawai PDAM agar profesional dan proporsional.

Khotib Juga mengatakan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomer 47 tahun 1999 yang mencakup aspek keuangan, pelayanan oprasional dan administrasi, tentunya harus benar - benar dilaksanakan oleh Dirut PDAM jangan sampai terkesan berjalan seperti air mengalir tanpa adanya terobosan atau berjalan ditempat, sehingga merugikan keuangan Daerah. Singkatnya @red