Video Viral Dugaan Pelecehan oleh Oknum Perangkat Desa Wanasalam terhadap Korban Tenggelam, Aktivis Lebak Selatan Angkat Bicara

Video Viral Dugaan Pelecehan oleh Oknum Perangkat Desa Wanasalam terhadap Korban Tenggelam, Aktivis Lebak Selatan Angkat Bicara

Dimensipost.com, Lebak – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak senonoh oleh oknum perangkat desa di Kecamatan Wanasalam terhadap korban tenggelam viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Video yang memperlihatkan aksi yang diduga sebagai bentuk pelecehan tersebut menuai banyak kecaman, termasuk dari tokoh masyarakat dan aktivis di wilayah Lebak selatan.

Menanggapi hal tersebut, Asep Hadinata atau yang akrab disapa Polo, salah satu tokoh pemuda sekaligus aktivis sosial di wilayah Banten Selatan, mengecam keras tindakan yang ditampilkan dalam video tersebut.

“Sangat disayangkan dan tidak bisa dibenarkan, jika benar itu dilakukan oleh oknum perangkat desa. Korban tenggelam seharusnya mendapat pertolongan dan perlakuan yang manusiawi, bukan malah menjadi objek pelecehan,” tegas Asep dalam keterangannya kepada media, Selasa (8/7/2025).

Polo juga menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan tegas terhadap pelaku jika terbukti bersalah. Ia meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kejadian tersebut, serta mendesak pemerintah daerah untuk bersikap.

“Kalau memang terbukti itu dilakukan oleh aparat desa, maka Bupati Lebak dan Dinas terkait harus segera mengambil tindakan tegas. Ini mencoreng nama baik institusi pemerintahan desa dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Asep mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. Ia juga meminta warga untuk mempercayakan proses penegakan hukum kepada pihak yang berwenang.

“Saya juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video tersebut karena menyangkut martabat korban. Yang penting sekarang adalah keadilan ditegakkan,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan pemerintah desa Wanasalam belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. (Jek/Red)