‎Menu MBG di SMAN 12 Picung Diduga Ditemukan Belatung, Siswa Histeris dan Enggan Menyantap Makanan

‎Menu MBG di SMAN 12 Picung Diduga Ditemukan Belatung, Siswa Histeris dan Enggan Menyantap Makanan

PANDEGLANG I Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, makanan yang diterima siswa SMAN 12 Picung, Pandeglang, pada Senin, 31 Agustus 2026, diduga ditemukan belatung di dalam salah satu ompreng makanan.

‎Peristiwa tersebut sempat didokumentasikan melalui video. Dalam video yang beredar, terlihat ompreng berisi sejumlah menu makanan, termasuk lauk ayam yang dimasak dengan kuah. Di salah satu bagian makanan tersebut diduga terlihat belatung.

‎Temuan itu sontak membuat sejumlah siswa terkejut. Bahkan, menurut keterangan yang diperoleh, beberapa siswa sampai histeris setelah mengetahui adanya belatung di dalam makanan yang mereka terima.

‎Kejadian tersebut juga berdampak terhadap siswa lainnya. Setelah mengetahui adanya temuan belatung pada salah satu ompreng, sebagian siswa disebut merasa jijik dan khawatir sehingga enggan membuka, apalagi mengonsumsi makanan MBG yang telah dibagikan.

‎Saat dikonfirmasi terkait video tersebut, pihak sekolah melalui salah seorang guru membenarkan bahwa kejadian sebagaimana yang terekam dalam video memang terjadi.

‎Guru tersebut menjelaskan bahwa belatung yang ditemukan diduga berasal dari menu ayam yang dimasak dengan kuah. Temuan tersebut kemudian menimbulkan keresahan di kalangan siswa karena makanan yang seharusnya menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi justru menimbulkan rasa takut dan jijik.

‎Persoalan ini tentunya tidak dapat dianggap sebagai masalah sepele. Program MBG menyasar para pelajar yang membutuhkan makanan yang layak, aman, bersih, bergizi, dan memenuhi standar pengolahan pangan.

‎Temuan seperti ini semestinya menjadi alarm bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap penyediaan dan distribusi MBG. Pengawasan tidak cukup hanya memastikan makanan sampai ke sekolah, tetapi juga harus memastikan kualitas bahan baku, proses penyimpanan, kebersihan dapur, proses memasak hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa benar-benar memenuhi standar keamanan pangan.

‎Jika benar terdapat belatung pada makanan yang dibagikan kepada siswa, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia atau penyalur MBG, termasuk menelusuri bagaimana kontaminasi tersebut bisa terjadi.

‎Pemerintah dan pengelola program juga diharapkan tidak menunggu munculnya kejadian serupa berikutnya. Pemeriksaan terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan perlu dilakukan secara serius dan transparan.

‎MBG adalah program yang menyangkut kesehatan anak-anak sekolah. Jangan sampai niat baik program tersebut justru tercoreng akibat lemahnya pengawasan terhadap kualitas makanan.

‎Pihak terkait juga perlu memberikan penjelasan mengenai kejadian ini serta memastikan langkah perbaikan dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Sebab, kepercayaan siswa, orang tua, guru, dan masyarakat terhadap program MBG sangat bergantung pada jaminan bahwa makanan yang diberikan benar-benar aman untuk dikonsumsi.

‎Reporter : Panji Nugraha