Dugaan Temuan Belatung di Menu MBG SMAN 12 Picung, Distribusi Berasal dari SPPG Kolelet Picung #001
PANDEGLANG DIMENSIPOST.COM I Dugaan ditemukannya belatung dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SMAN 12 Picung, Kabupaten Pandeglang, kembali menjadi perhatian. Peristiwa yang terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026 tersebut sebelumnya diberitakan setelah salah satu ompreng makanan diduga ditemukan belatung hingga membuat sejumlah siswa terkejut dan sebagian lainnya enggan menyantap makanan yang telah dibagikan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, penyaluran MBG ke SMAN 12 Picung tersebut berasal dari dapur SPPG KOLELET PICUNG #001, Yayasan Peduli Bangsa Pandeglang.
Informasi mengenai asal makanan ini menjadi penting untuk ditelusuri lebih lanjut, terutama terkait bagaimana proses pengolahan, pemeriksaan kualitas, pengemasan, hingga distribusi makanan dilakukan sebelum sampai kepada para siswa.

Sebelumnya, pihak sekolah melalui salah seorang guru membenarkan bahwa kejadian sebagaimana yang terekam dalam video memang terjadi. Temuan yang diduga berasal dari menu ayam yang dimasak dengan kuah tersebut kemudian menimbulkan keresahan di kalangan siswa.
Munculnya dugaan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada persoalan dokumentasi atau keluhan siswa. Badan Gizi Nasional (BGN) selaku lembaga yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program pemenuhan gizi nasional perlu memastikan adanya pemeriksaan dan evaluasi terhadap SPPG yang menyalurkan makanan tersebut.
Hal ini menjadi penting karena BGN sendiri menempatkan peserta didik sebagai salah satu sasaran program pemenuhan gizi. BGN juga menyediakan kanal pengaduan masyarakat melalui SP4N-LAPOR untuk persoalan layanan gizi.
Pemeriksaan idealnya dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi bahan baku, penyimpanan, proses pencucian dan pengolahan bahan makanan, proses memasak, pengemasan, hingga mekanisme distribusi dari dapur SPPG menuju sekolah.
Apabila nantinya hasil pemeriksaan resmi membuktikan adanya pelanggaran standar keamanan pangan, maka pihak yang bertanggung jawab harus diberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Program MBG pada prinsipnya merupakan program strategis pemerintah yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Karena itu, makanan yang diberikan kepada siswa harus mendapat jaminan keamanan, kebersihan dan kelayakan konsumsi.
Dugaan temuan belatung di salah satu makanan tentunya menjadi perhatian serius, namun tetap perlu ditegaskan bahwa temuan tersebut masih merupakan dugaan dan harus dibuktikan melalui pemeriksaan serta klarifikasi dari pihak berwenang.
Pihak pengelola SPPG KOLELET PICUNG #001 Yayasan Peduli Bangsa Pandeglang juga perlu diberikan ruang untuk memberikan penjelasan mengenai dugaan tersebut, termasuk menjelaskan proses pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke SMAN 12 Picung.
Masyarakat pun berharap BGN, pemerintah daerah dan instansi terkait tidak sekadar memberikan pernyataan, tetapi melakukan pemeriksaan secara transparan agar dapat diketahui secara jelas apakah dugaan tersebut benar terjadi, bagaimana penyebabnya, serta langkah korektif apa yang akan dilakukan.
Sebab, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari berapa banyak makanan yang berhasil disalurkan, tetapi juga dari jaminan bahwa makanan tersebut aman, layak dan benar-benar memberikan manfaat bagi para penerimanya.
Dengan demikian, dugaan kejadian di SMAN 12 Picung ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam rantai penyelenggaraan MBG, khususnya SPPG sebagai dapur penyedia dan penyalur makanan, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Reporter : Panji Nugraha












