Investigasi Lanjutan: AMIRA DPC Pandeglang Kembali Temukan Deretan Truk Batu Bara di Kawasan PLTU 2 Labuan
Dimensipost.com I Pandeglang – Dugaan aktivitas pengangkutan batu bara di kawasan PLTU 2 Labuan yang sebelumnya menjadi sorotan publik tampaknya belum juga mereda. Menindaklanjuti berbagai informasi dan temuan yang berkembang, Tim Angkatan Muda Indonesia Raya (AMIRA) DPC Kabupaten Pandeglang kembali melakukan penelusuran dan investigasi lapangan secara lebih mendalam pada Minggu malam (14/06/2026, 23: 54 WIB )
Hasil pemantauan di lokasi kembali menemukan pemandangan yang cukup mengejutkan. Sejumlah truk bermuatan besar tampak berjejer di area sekitar kawasan PLTU 2 Labuan. Kendaraan-kendaraan tersebut terlihat terparkir memanjang dan diduga tengah menunggu proses tertentu yang berkaitan dengan aktivitas distribusi batu bara.
Tidak hanya itu, Tim Angkatan Muda Indonesia Raya (AMIRA) DPC Pandeglang juga menemukan adanya serpihan-serpihan kecil material yang diduga batu bara tercecer di sekitar area tempat kendaraan-kendaraan tersebut berhenti. Temuan ini dinilai semakin memperkuat dugaan bahwa aktivitas pengangkutan batu bara melalui jalur darat masih berlangsung.
Fenomena tersebut kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai mekanisme distribusi batu bara menuju PLTU 2 Labuan. Sebab, keberadaan truk-truk pengangkut batu bara yang beroperasi pada malam hari sebelumnya telah menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait aspek keselamatan pengguna jalan, dampak lingkungan, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Tim Angkatan Muda Indonesia Raya (AMIRA) DPC Pandeglang, temuan yang terjadi secara berulang dalam waktu yang berbeda menunjukkan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan kejadian sesaat. Pola yang sama kembali ditemukan sehingga diperlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Selain berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan akibat tercecernya material yang diduga batu bara, keberadaan kendaraan berat yang berjejer di kawasan tersebut juga dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Atas dasar itu, AMIRA DPC Kabupaten Pandeglang mendesak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, instansi terkait di bidang energi dan sumber daya mineral, serta pihak pengelola PLTU 2 Labuan untuk segera melakukan pemeriksaan dan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat. Keterbukaan informasi dinilai penting guna menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah publik.
Ketua AMIRA DPC Kabupaten Pandeglang menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penelusuran terhadap berbagai aktivitas yang diduga berkaitan dengan distribusi batu bara di kawasan PLTU 2 Labuan.
"Temuan ini bukan kali pertama. Karena itu kami meminta instansi terkait untuk turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Jika aktivitas tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tentu harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Namun apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
AMIRA DPC Kabupaten Pandeglang menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Pandeglang. ( Red )












