Penggunaan Bata Ringan pada Proyek Revitalisasi SMP IT Assalam Picung Dipastikan Sesuai Ketentuan ‎

Penggunaan Bata Ringan pada Proyek Revitalisasi SMP IT Assalam Picung Dipastikan Sesuai Ketentuan  ‎

Dimensipost.com ‎PANDEGLANG – Pelaksanaan proyek revitalisasi SMP IT Assalam Picung, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, kembali mendapat penjelasan dari pihak sekolah dan Komite Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (KP2SP). Mereka memastikan bahwa penggunaan material bata ringan dalam pembangunan tersebut telah sesuai dengan dokumen perencanaan yang menjadi pedoman pelaksanaan pekerjaan.

‎Kepala SMP IT Assalam Picung, Adinda Putri Nabila Huwaida, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh tahapan revitalisasi sekolah dijalankan berdasarkan ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam program pembangunan satuan pendidikan.

‎Menurutnya, pihak sekolah berkomitmen menjalankan kegiatan revitalisasi sesuai perencanaan agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan sekolah.

‎Penjelasan serupa juga disampaikan Ketua KP2SP SMP IT Assalam Picung, Abi Supianto, M.Pd. Ia menegaskan bahwa penggunaan bata ringan bukan merupakan perubahan spesifikasi di tengah pelaksanaan proyek, melainkan telah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal.

‎Abi menjelaskan bahwa material bata ringan sudah tercantum dalam gambar kerja, spesifikasi teknis, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan. Karena itu, penggunaan material tersebut dilakukan sesuai dokumen pekerjaan yang telah disusun sebelumnya.

‎"Material bata ringan memang sudah direncanakan sejak awal dan tercantum dalam dokumen pekerjaan. Jadi bukan merupakan penggantian material ataupun keputusan yang dibuat secara sepihak saat pekerjaan berlangsung," ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penggunaan bata ringan dalam pembangunan gedung saat ini telah banyak diterapkan karena memiliki sejumlah kelebihan. Selain bobotnya yang lebih ringan dibandingkan bata konvensional, material tersebut juga dinilai memiliki tingkat presisi yang baik sehingga dapat mendukung kualitas hasil pekerjaan dan efisiensi proses konstruksi.

‎Menurut Abi, seluruh kebutuhan material dalam proyek revitalisasi telah melalui proses perencanaan dan kajian teknis yang dituangkan dalam dokumen pekerjaan. Oleh sebab itu, pelaksanaan di lapangan harus mengacu pada spesifikasi yang telah ditetapkan.

‎"Sebagai pelaksana, kami berkewajiban menjalankan pekerjaan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, dan RAB yang telah disahkan. Semua pelaksanaan mengacu pada dokumen tersebut," katanya.

‎Ia menambahkan, KP2SP bersama pihak sekolah terus melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar mutu, spesifikasi teknis, dan target pelaksanaan yang telah ditentukan.

‎Selain melakukan pengawasan internal, pihaknya juga menyambut baik perhatian serta partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan sekolah sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.

‎"Kami terbuka terhadap masukan dan pengawasan dari masyarakat. Harapannya pembangunan ini benar-benar berjalan sesuai aturan dan menghasilkan sarana pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik," tambahnya.

‎Melalui penjelasan tersebut, pihak sekolah berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh terkait penggunaan material dalam proyek revitalisasi sehingga tidak muncul kesalahpahaman mengenai pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

‎Sebelumnya, penggunaan bata ringan pada proyek revitalisasi SMP IT Assalam Picung sempat menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan yang mempertanyakan jenis material yang digunakan. Namun berdasarkan keterangan pihak sekolah dan KP2SP, penggunaan material tersebut telah sesuai dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, dokumen perencanaan, serta RAB yang menjadi pedoman pelaksanaan proyek.

‎Pihak sekolah menegaskan akan terus mendukung pelaksanaan revitalisasi secara transparan, sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengedepankan kualitas pembangunan demi terciptanya fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi para siswa. ( Red )