Variasi Menu MBG Dinilai Sama Pentingnya dengan Kandungan Gizi, Selera KPM Perlu Menjadi Perhatian Serius
Dimensipost.com I PANDEGLANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dituntut memenuhi standar kandungan gizi, kesesuaian menu, serta pagu anggaran yang telah ditetapkan. Di lapangan, aspek variasi menu juga menjadi faktor penting yang perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut.
Sejumlah kalangan menilai bahwa keberhasilan program MBG tidak cukup hanya diukur dari terpenuhinya unsur gizi dalam setiap sajian makanan. Menu yang disajikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) maupun peserta didik juga harus mampu menumbuhkan selera makan, menarik, dan tidak menimbulkan kesan monoton.
Menurut berbagai masukan yang berkembang, masih ditemukan sajian yang secara bahan dasar cenderung sama dari waktu ke waktu dan hanya mengalami perbedaan pada cara pengolahannya. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan kejenuhan bagi penerima manfaat apabila berlangsung secara terus-menerus.
"Pemenuhan gizi memang menjadi tujuan utama, tetapi variasi menu juga tidak boleh diabaikan. Makanan yang bergizi namun disajikan dengan pola yang monoton berpotensi membuat penerima manfaat kehilangan minat untuk mengonsumsinya secara optimal," ujar salah satu guru di wilayah kecamatan Cisata yang enggan di sebutkan namanya.
Ia menambahkan bahwa menu yang variatif bukan berarti harus menggunakan bahan mahal atau keluar dari ketentuan anggaran.
Para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga diharapkan lebih cermat dan detail dalam melakukan perencanaan menu harian. Evaluasi berkala terhadap tingkat penerimaan makanan oleh KPM dinilai penting dilakukan agar menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan selera penerima manfaat.
"Jangan sampai makanan yang sudah memenuhi standar gizi justru tidak habis dikonsumsi karena penerima manfaat merasa bosan dengan jenis sajian yang hampir sama setiap hari. Variasi menu merupakan bagian dari upaya menjaga keberhasilan program itu sendiri," lanjutnya.
Karena itu, pihak yang memiliki kewenangan dalam penyusunan, pengawasan, dan evaluasi menu di lingkungan SPPG perlu memastikan bahwa aspek keberagaman sajian menjadi perhatian utama. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar gizi, tetapi juga bagaimana makanan yang disajikan mampu meningkatkan selera makan dan memberikan pengalaman konsumsi yang lebih baik bagi penerima manfaat.
Dengan perencanaan yang matang, kreativitas pengolahan bahan pangan, serta evaluasi yang berkelanjutan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya sukses memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mampu menghadirkan sajian yang beragam, menarik, dan disukai oleh para penerima manfaat sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal. ( Red )












