Menu Rapel MBG Tiga Hari di Kecamatan Jiput Tuai Kritik, KPM Keluhkan Kualitas dan Kelayakan
Dimensipost. Pandeglang - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Banyaknya aduan dan keluhan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baik KPM siswa maupun KPM kategori B3, mencuat terkait menu rapel yang diterima untuk konsumsi beberapa hari ke depan.
Salah satu keluhan terjadi di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan informasi dari narasumber KPM B3 yang enggan disebutkan namanya, menu yang dibagikan kepada penerima merupakan rapel untuk tiga hari sekaligus, yakni Senin, Selasa, dan Rabu.
Namun, isi paket yang diterima dinilai jauh dari harapan masyarakat dan dipertanyakan dari sisi kelayakan maupun pemenuhan standar gizi.
“Menu yang diberikan hanya dua buah apel, satu kotak susu kemasan, kacang-kacangan dalam plastik kecil, serta satu paket makanan kering. Itu untuk tiga hari ke depan,” ungkap narasumber.
Dinilai Tidak Mencerminkan Standar Gizi
Sejumlah KPM menilai menu tersebut tidak mencerminkan tujuan utama program MBG sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi siswa dan kelompok penerima kategori B3 yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang.
Masyarakat mempertanyakan perencanaan dan pengawasan dalam pendistribusian program tersebut. Selain jumlah yang dianggap tidak memadai untuk konsumsi beberapa hari, kualitas dan komposisi menu juga dinilai belum memenuhi unsur gizi seimbang sebagaimana tujuan program pemerintah.
Kondisi ini memicu kekecewaan penerima manfaat, terlebih program MBG diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan serta mendukung kesehatan masyarakat secara nyata.
Minta Transparansi dan Pengawasan
Banyaknya keluhan yang muncul menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, mulai dari proses pengadaan bahan, standar menu, hingga mekanisme distribusi di lapangan.
Masyarakat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat serta memberikan penjelasan terbuka mengenai standar menu MBG, agar tidak menimbulkan kesan program hanya berjalan secara administratif tanpa memperhatikan kualitas manfaat yang diterima masyarakat.
Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar tujuan program dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan gizi masyarakat benar-benar tercapai serta tidak menimbulkan keresahan di kalangan penerima manfaat. ( Red/ Panji)

P.Nugraha 










