MBG di Kecamatan Labuan Berjalan Lancar, Meski Ada Hal yang Perlu Disempurnakan
Dimensipost. Pandeglang- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak tahun lalu di berbagai sekolah di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dari pelaksanaan di SD Negeri (SDN) Cigondang 03 Kecamatan Labuan yang melaporkan bahwa pembagian MBG berjalan lancar setelah masa libur awal Ramadan.
Kepala Sekolah SDN Cigondang 03, N. Teni Hati Mutiara, yang berlokasi di Jl. AMD Cigondang 3, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang, menyampaikan bahwa sejak kegiatan pembelajaran berlangsung kembali setelah libur awal Ramadan, pelaksanaan MBG telah berjalan dengan baik sampai pada hari Rabu, (25/2/2025) ini.
“Pembagian MBG berjalan lancar dan menunya juga Alhamdulillah tidak mengecewakan, artinya memenuhi standar gizi,” ujarnya.
Sebelum melaksanakan pembagian, pihak sekolah melakukan pemeriksaan mendetail mulai dari kualitas bahan makanan hingga penentuan porsi sesuai kelas. “Sejak bulan Agustus 2025, kami selalu cek-cek dulu sampai sedetil mungkin – apakah ada buah-buahan yang busuk, apakah ada telur yang ada bau atau tidak. Setelah proses penghitungan jumlah siswa dan cek-ricek porsi kelas atas dan bawah, baru kami bagikan,” jelasnya.
Dengan jumlah siswa penerima MBG sebanyak 236 orang, program ini menurutnya memberikan manfaat besar bagi masyarakat di sekitar sekolah yang mayoritas berada pada taraf ekonomi menengah ke bawah.
“Masyarakat sangat mengharapkan dan merasa terbantu, karena setidaknya kebutuhan gizinya terpenuhi, yang juga berpengaruh pada peningkatan kemampuan belajar anak-anak. Ada susu dan buah yang biasanya jarang bisa dibeli oleh masyarakat karena keterbatasan pendapatan,” ucap N. Teni.
Selain itu, MBG juga menurutnya membantu anak-anak untuk sarapan secara rutin, sehingga meringankan beban orang tua. “Anak-anak yang biasanya tidak sarapan kini bisa makan dengan teratur, dan mereka sangat menanti MBG tiap paginya. Kami juga selalu menerima masukan dari masyarakat dan ibu-ibu wali murid yang kemudian disampaikan ke pihak dapur, dan selama ini belum ada kendala yang signifikan sejak program dimulai. Kegiatan pembelajaran di sekolah ini akan berlangsung hingga tanggal 14 Maret 2026 sesuai kalender pendidikan,” pungkasnya.
Dikonfirmasi Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Labuan, pelaksanaan MBG di seluruh wilayah kecamatan yang menjadi tanggung jawabnya berjalan tanpa kendala utama. “Program ini benar nyata dan bermanfaat bagi anak-anak sekolah. Jika ada permintaan data terkait program ini, prosesnya juga berjalan cepat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh dapur MBG yang melayani wilayah Kecamatan Labuan telah bekerja dengan baik. “Semuanya untuk wilayah kecamatan Labuan sudah berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan anak-anak tumbuh dengan baik dan mendapatkan gizi yang cukup sesuai harapan Presiden,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah siswa yang mendapatkan manfaat dari program ini di Kecamatan Labuan meliputi 6.000 siswa SD dan 3.000 siswa TK. Adapun jumlah sekolah SD di wilayah tersebut adalah 31 buah, yang terdiri dari 29 sekolah negeri dan 2 sekolah swasta.
Sisi lain ditambahkan Korwil, pihak pengelola dapur diharapkan selalu berkoordinasi dengan nya, mengingat data siswa Sekolah tiap tahun selalu berubah sesuai ajaran tahun baru pendidikan.
Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Labuan, Jupri Spd, yang juga selaku Kepala Sekolah SDN Teluk 01 Labuan menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di bulan Ramadan telah disesuaikan dengan kondisi yaitu dengan menu makanan yang kering. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki terkait kualitas makanan dan jumlah pasokan.
“Untuk bulan Ramadan ini, menu memang disesuaikan dengan kondisi kering, tetapi saya menyarankan agar makanan yang diberikan cukup kuat bertahan sampai sore atau malam, sehingga tidak mudah basi atau menjadi tidak layak dimakan. Banyak ajuan dari wali siswa terkait masalah ini, seperti pisang yang sudah hitam sebelum sampai ke tangan anak-anak. Namun, hal tersebut telah diperbaiki setelah kami sampaikan,” jelasnya.
Selain itu, Jupri juga mengungkapkan adanya kekurangan jumlah pasokan MBG yang telah berlangsung kurang lebih dua bulan terakhir. “Jumlah siswa yang seharusnya menerima MBG adalah 653 orang, namun yang disuplai dari dapur hanya 648 orang. Kendala ini terjadi karena adanya penambahan lima murid baru yang telah kami daftarkan dan sampaikan ke pihak dapur dua kali, tetapi hingga saat ini belum ada penambahan pasokan,” ujarnya.
Meskipun demikian, Jupri mengakui bahwa program MBG memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat, karena makanan yang dibawa pulang oleh anak-anak bisa digunakan sebagai bagian dari makanan buka puasa. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang masih melanjutkan program ini, karena selain memenuhi kebutuhan gizi anak di sekolah, juga membantu kebutuhan keluarga di rumah,” tutupnya.
Sementara, tampak sekelompok siswa SDN Cigondang 03 Labuan mengucapkan terimakasih kepada Presiden RI atas program MBG yang mereka terima, sambil memperlihatkan menu makanan kering hari ini. ” Terimakasih Bapak Presiden atas MBG nya,” ucap mereka secara serentak. (Red)

Pandji09 










