Masyarakat Usulkan Label Harga dan Kandungan Gizi pada Menu MBG, Transparansi Program di Pandeglang Dinilai Mendesak
Dimensipost. Pandeglang — Sejumlah masyarakat di Kabupaten Pandeglang mulai menyuarakan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG). Salah satu usulan yang mencuat adalah agar setiap menu MBG yang disalurkan dilengkapi label daftar harga bahan serta informasi nilai kandungan gizinya.
Usulan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas, kelayakan, serta kesesuaian menu yang diterima para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baik untuk kelompok B3 (balita, ibu hamil, ibu menyusui) maupun siswa SD, SLTP, dan SLTA.
“Sudah saatnya ada keterbukaan. Kalau memang program ini untuk kepentingan gizi masyarakat, kenapa tidak sekalian dicantumkan nilai kalori, protein, karbohidrat, dan rincian harga bahan per porsi? Biar publik tahu dan bisa ikut mengawasi,” ujar salah satu warga.
Menurut warga, labelisasi tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan pagu anggaran yang telah ditetapkan. Dengan adanya daftar harga dan kandungan gizi, masyarakat dapat mengetahui apakah menu yang diberikan benar-benar sebanding dengan nilai anggaran dan memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat.
Selain itu, transparansi dinilai dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja SPPG, KSPPG, serta tim ahli gizi yang bertugas menyusun dan mengawasi menu. Informasi kandungan gizi yang tercantum secara terbuka juga akan membantu orang tua memahami asupan nutrisi yang diterima anak-anak mereka setiap hari.
Beberapa pemerhati kebijakan sosial menilai langkah ini sejalan dengan prinsip akuntabilitas program pemerintah. “Program publik harus bisa diuji secara terbuka. Transparansi bukan ancaman, justru memperkuat legitimasi pelaksana di lapangan,” ungkapnya.
Masyarakat berharap ke depan setiap dapur penyedia MBG di Pandeglang mulai menerapkan standar informasi terbuka, minimal melalui lembar informasi yang ditempel di sekolah atau titik distribusi. Dengan begitu, transparansi program tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dimulai dari hal paling mendasar: informasi menu, harga, dan kandungan gizi.
Dorongan ini menjadi sinyal bahwa publik kini semakin kritis dan ingin memastikan program MBG benar-benar tepat sasaran, berkualitas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Pandji09 










